Kumpulan Berita
PT Pertamina masih menunggu arahan pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
BBM jenis Pertalite merupakan instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Pembatasan Pertalite ini tidak secara otomatis memangkas total volume konsumsi BBM nasional secara mendadak.
Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan mengoptimalkan penyaluran BBM di seluruh Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui terjadi peralihan pola konsumsi yang signifikan dari BBM non subsidi ke BBM subsidi, pasca kenaikan yang diumumkan pada awal Juni.
Gambaran nilai ekonomi BBM apabila dihitung berdasarkan komponen harga pasar dan biaya penyediaan energi.
Komisi VI DPR RI akan memanggil PT Pertamina (Persero) terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Salah satunya, potensi peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite yang dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan stok BBM bersubsidi.
PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026 kemarin. Harga Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.