Kumpulan Berita
Perum Bulog memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman untuk menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Saat ini, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog telah mencapai 5,3 juta ton.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman berhasil melakukan swasembada beras. Sebab, saat ini stok beras Indonesia sudah menembus hingga lebih dari 5 juta ton.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencatatkan pencapaian bersejarah dalam ketahanan pangan nasional. Stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksikan bakal menembus angka 5 juta ton pada pekan ini, sebuah rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia.
Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman meski potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Realisasi serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Indonesia tercatat telah mencapai sekitar 112 ribu ton pada awal tahun 2026. Angka ini meningkat lebih dari 700 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 14 ribu ton.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan masuknya beras ilegal ke Indonesia membawa dampak yang jauh lebih berbahaya dibanding sekadar kerugian negara secara materi. Hal itu disampaikan menyusul temuan 1.000 ton beras ilegal dalam sidak di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 19 Januari 2026.
Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai langkah pemerintah yang meniadakan impor beras industri dan beras khusus dalam Neraca Komoditas (NK) 2026 berpotensi memicu hambatan baru di sektor pangan.
Jelang akhir tahun Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras tetap stabil meski menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal ini seperti ditegaskan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto.