Kumpulan Berita
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencatatkan pencapaian bersejarah dalam ketahanan pangan nasional. Stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksikan bakal menembus angka 5 juta ton pada pekan ini, sebuah rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia.
Indonesia menunjukkan kapasitas kuat sektor pertanian nasional dengan menembus pasar ekspor sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Hal ini tercermin dari ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, serta penyaluran bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina.
Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman meski potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan masuknya beras ilegal ke Indonesia membawa dampak yang jauh lebih berbahaya dibanding sekadar kerugian negara secara materi. Hal itu disampaikan menyusul temuan 1.000 ton beras ilegal dalam sidak di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada 19 Januari 2026.
Perum Bulog menargetkan penyerapan beras sebesar 4 juta ton untuk tahun 2026 ini. Angka tersebut dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 3 juta ton.
Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai langkah pemerintah yang meniadakan impor beras industri dan beras khusus dalam Neraca Komoditas (NK) 2026 berpotensi memicu hambatan baru di sektor pangan.
Produksi beras nasional diperkirakan mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
Andi Amran Sulaiman menggelar tasyakuran sederhana di kediaman pribadinya di kawasan Pengadegan.