Kumpulan Berita

Bung Karno.


Nasional
5 May 2026

Bung Karno Jadi Mak Comblang, Akhiri Masa Lajang Hatta dengan Melamar Tengah Malam

Hatta tidak menampik topik melepas masa lajang karena Bung Karno menyatakan siap menjadi Emak Comblang melamarkan gadis pujaan hatinya.

Nasional
4 May 2026

PDIP Tekankan Gotong Royong Politik Lewat Filosofi Sapu Lidi Ajaran Bung Karno

Romy juga menekankan pentingnya adaptasi strategi politik melalui pendekatan digital untuk menjangkau generasi muda (Gen Z).

Nasional
7 April 2026

Kisah Bung Karno Gotong Jenazah Ibu Amsi hingga Susuri Hutan dan Bukit

Pemerintahan kolonial, karesidenan Ende, sama sekali tidak mau mengulurkan tangan untuk memberinya bantuan perawatan. Bahkan, setelah meninggal dunia pun, jenazahnya dilarang dikubur di dalam kota.

Nasional
30 March 2026

Bung Karno Menyamar sebagai Orang Biasa di Pasar Senen hingga Menyatu dengan Rakyat Jelata

Karena itu pula, Soekarno tak jarang keluar Istana seorang diri, ada kalanya dikawal seorang ajudan berpakaian preman.

Nasional
25 March 2026

Kisah Raja Arab Saudi Hadiahi Mobil Chrysler Crown untuk Bung Karno dan Peristiwa Cikini Berdarah

Dalam penuturannya kepada Cindy Adams di buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, ia membeberkan sejumlah peristiwa percobaan pembunuhan atas dirinya.

Nasional
7 January 2026

Tragedi Berdarah 7 Januari: Konvoi Bung Karno Dilempar Granat

Belakangan baru diketahui, pelaku pelemparan granat tersebut diketahui adalah Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya. Kedua pelaku dijatuhi hukuman mati.

Nasional
1 November 2025

Megawati Sebut Nilai Kemanusiaan Bung Karno Dihayati  dari Tat Twam Asi, Apa Artinya? 

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa nilai kemanusiaan yang dipegang teguh oleh Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno), berakar dari ajaran filosofis Hindu, Tat Twam Asi, yang berarti ?? engkau adalah aku, aku adalah engkau.”

Nasional
1 November 2025

Megawati Bongkar Penolakan Orde Baru: Soeharto Larang Bung Karno Dimakamkan di TMP

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengenang masa kelam saat keluarganya berjuang agar sang ayah, Presiden pertama RI Soekarno, dapat dimakamkan secara layak setelah wafat pada 1970.