Kumpulan Berita
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengungkap fakta memilukan di balik kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasus bocah berusia 10 tahun asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Siswa sekolah dasar tersebut tutup usia setelah mengalami tekanan emosional berat akibat kondisi keluarga yang tidak mampu membelikan alat tulis sekolah.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meminta jajaran kepolisian untuk mengawal distribusi berbagai program bantuan pemerintah, agar benar-benar tepat sasaran dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Viral kasus meninggalnya seorang siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang meninggalkan surat sebelum mengakhiri hidup.
Legislator Dapil Jatim 3 itu juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.
Dalam postingan tersebut, disebutkan tragedi ini menjadi tamparan keras untuk dunia pendidikan Tanah Air.
Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Putu Elvina, menyarankan pemerintah menyediakan trauma healing bagi korban child grooming.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menduga korban tewas bunuh diri dengan cara menggantung dirinya sendiri.