Kumpulan Berita
Situasi aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen, Jakarta, mulai memanas. Massa aksi terlihat melakukan pembakaran sejumlah barang di sekitar lokasi demonstrasi, Kamis (27/8/2026).
Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul mulai membubarkan diri dari depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pembubaran dilakukan usai mereka ditemui Wakil Ketua DPR RI.
Massa AMPB membubarkan diri usai bertemu dengan pimpinan DPR.
Polda Metro Jaya mengendus adanya dugaan modus kegiatan sosial yang dilakukan oknum penunggang demonstrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Demo yang digelar di DPR sedianya menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor.
Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menegaskan elemen mahasiswa akan menunggu komitmen DPR atas berbagai tuntutan yang telah disampaikan. Hal itu disampaikan Dhenni usai diterima pimpinan DPR dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Ditressiber Polda Metro Jaya menangkap total 65 orang yang diduga ingin menunggangi aksi dengan tujuan membuat kerusuhan di demo depan Gedung DPR. Puluhan orang tersebut disinyalir terafiliasi dengan kelompok anarko.
Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri usai menerima hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI terkait tuntutan percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Ratusan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Aliansi Mahasiswa Mercu Buana, serta massa aksi HMI MPO menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026) sore. Akibat aksi tersebut, Jalan Gatot Subroto di depan kompleks parlemen ditutup sementara.