Kumpulan Berita
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta mengeluarkan peringatan keamanan terkait rencana demonstrasi yang disebut akan berlangsung di sejumlah lokasi di Indonesia pada Kamis (27/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat kembali kepercayaan publik di tengah berbagai penyampaian aspirasi yang belakangan terjadi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya deregulasi, hilirisasi, dan stabilitas iklim usaha guna menjaga optimisme masyarakat maupun pelaku ekonomi.
Polri mengklaim bakal menjaga keamanan sekaligus menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Hal ini disampaikan menjelang aksi unjuk rasa masyarakat Pati pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pembubaran dilakukan karena batas penyampaian pendapat telah berakhir.
Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka memberikan tenggat waktu lima hari kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Polda Metro Jaya memperkirakan massa aksi yang akan menggelar demonstrasi di Jakarta pada Kamis 27 Agustus 2-26 berjumlah sekitar ratusan orang. Konsentrasi massa aksi diperkirakan terpusat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis 27 Agustus 2026. Sejumlah perlengkapan, seperti mobil komando (mokom) hingga logistik, telah disiapkan.
Ia mengatakan sebanyak 15 mahasiswa ditunjuk sebagai perwakilan untuk bertemu dengan Gibran dan menyampaikan tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi.