Kumpulan Berita
Meski tekanan eksternal terus membayangi, pemerintah menjamin kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tidak berada dalam posisi yang rapuh.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini terus menjadi sorotan tajam. Namun, fenomena ini dinilai tidak boleh dilihat secara parsial karena merupakan bagian dari gejolak ekonomi yang juga melanda negara-negara di kawasan Asia.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional saat ini justru sedang bertransformasi menuju kemandirian yang lebih kokoh.
Hipmi selama ini tidak hanya menjadi wadah kaderisasi pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun solidaritas dan persahabatan lintas generasi
Faktor-faktor fundamental tersebut menjadi jangkar krusial setelah pasar saham domestik mengalami tekanan
Regulasi Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) diproyeksikan menjadi angin segar bagi industri perbankan nasional.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS makin terpuruk. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), Rupiah melemah 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.880 per dolar AS.
Otoritas moneter menegaskan bahwa guncangan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan kebutuhan musiman di dalam negeri