Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp380 triliun. Tak hanya itu, Kepala Negara juga menegaskan komitmennya memberantas korupsi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada para pemerintah kabupaten agar jangan mengartikan efisiensi APBN sama dengan pemotongan dana transfer daerah.
Presiden Prabowo Subianto hapus tantiem dan pangkas jumlah direksi & komisaris BUMN. Langkah ini bertujuan efisiensi anggaran, perbaikan tata kelola, dan hindari akal-akalan. Komisaris bisa kantongi Rp40 miliar setahun hanya dengan rapat sekali sebulan.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan kepentingan rakyat dalam efisiensi anggaran. Ia menekankan pentingnya efisiensi APBN sesuai UU Keuangan Negara, dengan prioritas belanja yang efektif.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan RAPBN 2026 harus jadi penopang daya beli masyarakat di tengah perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian geopolitik. Prioritas belanja tepat dan efisiensi anggaran dibutuhkan.
Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mengkonsolidasikan program kementerian/lembaga termasuk melakukan efisiensi anggaran kementerian/lembaga.
Prabowo mengungkapkan, pada awal 2025 menyelamatkan dana sekitar Rp300 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menyelamatkan Rp300 triliun anggaran negara dari potensi korupsi. Anggaran tersebut dialihkan untuk program yang lebih produktif dan dirasakan rakyat. Prabowo siap bertanggung jawab atas keputusannya.