Kumpulan Berita
Indeks S&P 500 tergelincir dari rekor tertingginya, sementara penguatan saham Alphabet belum mampu membendung aksi ambil untung (profit taking)
Wall Street anjlok akibat Trump mengenakan tarif 100% untuk produk China, memicu kekhawatiran perang dagang. Saham Big Tech seperti Amazon, Tesla, dan Nvidia terpukul. Langkah ini menambah ketidakpastian pasar dan memicu volatilitas.
Wall Street bergerak variatif setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%. S&P 500 dan Nasdaq turun, sementara Dow Jones naik. Pasar kini menantikan data ekonomi selanjutnya.
Nilai tukar Rupiah anjlok ke Rp16.499 akibat demo yang memanas dan data ekonomi AS yang kuat. Sentimen negatif dari dalam negeri, seperti korupsi dan ketegangan politik, memperburuk kondisi.
Amerika Serikat (AS) dan China sepakat menurunkan tarif perdagangan selama 90 hari ke depan.
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat sebanyak 177 ribu lapangan kerja tercipta pada April 2025.
Kenapa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kebijakan tariff reciprocal atau tarif timbal balik bagi beberapa negara mitra dagang?
Presiden Trump menerapkan tarif reciprocal terhadap beberapa negara partner dagang, yang dinilai telah melakukan penerapan tarif kepada barang import dari AS sebelumnya.