Kumpulan Berita
Menko Airlangga Hartarto memaparkan capaian ekonomi Indonesia dalam 10 bulan pertama era Presiden Prabowo, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, penurunan pengangguran dan kemiskinan, serta surplus neraca perdagangan.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan kinerja ekonomi Indonesia yang positif dalam pidato Nota Keuangan, meliputi pertumbuhan ekonomi solid, inflasi terjaga, penurunan kemiskinan & pengangguran, serta pasar saham menggembirakan. Semua ini berkat kerja keras seluruh komponen bangsa.
Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,48% PDB, lebih rendah dari proyeksi 2025. Fokus pada pembiayaan inovatif, sinergi BLU, dan pengelolaan utang yang hati-hati untuk mencapai target tersebut.
Presiden Prabowo mengungkapkan berbagai stimulus dan program unggulan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk investasi APBN, program makan bergizi gratis, revitalisasi sekolah, dan koperasi desa.
Presiden Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp638 triliun dan berjanji melakukan efisiensi anggaran untuk menekannya. Beliau berharap APBN tanpa defisit dapat tercapai pada 2027 atau 2028.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan RUU APBN 2026 dengan optimisme tinggi. Ia memaparkan pencapaian ekonomi yang kuat, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta program unggulan pemerintah yang telah dirasakan oleh masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim angka pengangguran di Indonesia berada di level terendah sejak krisis 1998. Kabinet Merah Putih berupaya memerangi kemiskinan dengan program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (SWF) untuk mempercepat investasi, hilirisasi, dan menciptakan jutaan lapangan kerja berkualitas. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi dan menekan angka pengangguran yang kini terendah sejak 1998.