Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan RUU APBN 2026 dengan optimisme tinggi. Ia memaparkan pencapaian ekonomi yang kuat, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta program unggulan pemerintah yang telah dirasakan oleh masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid, penurunan kemiskinan & pengangguran, serta kinerja pasar saham yang menggembirakan di tengah ketidakpastian global. Target investasi paruh pertama APBN tercapai. Inflasi terkendali.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim angka pengangguran di Indonesia berada di level terendah sejak krisis 1998. Kabinet Merah Putih berupaya memerangi kemiskinan dengan program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian 299 hari pemerintahannya, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas 5?n realisasi investasi Rp942 triliun yang menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi belum dinikmati merata.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti keanehan ekonomi Indonesia, termasuk kelangkaan minyak goreng meski produsen sawit terbesar, dan harga pangan yang tak terjangkau. Ia menunjuk 'serakahnomics' dan pentingnya Pasal 33 UUD 1945 sebagai solusi.
Presiden Prabowo Subianto menyindir elite dan konglomerat serakah yang merugikan rakyat Indonesia. Ia mengkritik pandangan elite yang menganggap pemikiran pendiri bangsa sudah tidak relevan, menyoroti distorsi ekonomi dan praktik 'serakahnomics' yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tata kelola ekonomi, termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), harus berpegang teguh pada prinsip transparansi.
Penurunan rasio pajak tidak langsung sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada kuartal II-2025.