Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto membeberkan kekayaan komoditas strategis milik Indonesia yang menyumbang devisa hasil ekspor dalam jumlah fantastis. Prabowo mengungkapkan bahwa hanya dari tiga komoditas unggulan saja, nilai devisa yang dihasilkan mampu menembus angka Rp1.100 triliun per tahun.
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menegaskan nila atau disebut juga tilapia kini menjadi komoditas andalan baru ekspor perikanan Indonesia, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.
Indonesia menunjukkan kapasitas kuat sektor pertanian nasional dengan menembus pasar ekspor sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Hal ini tercermin dari ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, serta penyaluran bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan Februari tercatat mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pemerintah akan mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, terlebih perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan ekspor Indonesia tumbuh sebesar 6,15 persen sepanjang 2025. Tak hanya itu, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus yang meningkat 31 persen dan telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut.
Pemerintah menyepakati rencana ekspor Beras Haji ke Arab Saudi pada tahun 2026 ini. Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas.