Kumpulan Berita
Pembentukan badan agregator ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai sebagai lompatan strategis yang sangat relevan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah ini diproyeksikan mampu menyumbat celah kebocoran nilai ekspor, mengoptimalkan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE), sekaligus mempertebal otot Rupiah dari guncangan ketidakpastian global.
Presiden Prabowo Subianto membeberkan kekayaan komoditas strategis milik Indonesia yang menyumbang devisa hasil ekspor dalam jumlah fantastis. Prabowo mengungkapkan bahwa hanya dari tiga komoditas unggulan saja, nilai devisa yang dihasilkan mampu menembus angka Rp1.100 triliun per tahun.
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menegaskan nila atau disebut juga tilapia kini menjadi komoditas andalan baru ekspor perikanan Indonesia, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata.
Indonesia menunjukkan kapasitas kuat sektor pertanian nasional dengan menembus pasar ekspor sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Hal ini tercermin dari ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, serta penyaluran bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan Februari tercatat mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen.