Kumpulan Berita
Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata.
Indonesia menunjukkan kapasitas kuat sektor pertanian nasional dengan menembus pasar ekspor sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Hal ini tercermin dari ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, serta penyaluran bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan Februari tercatat mencapai USD22,17 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen.
Pemerintah melalui Perum BULOG mulai memproses pengiriman 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Langkah awal ditandai dengan pelepasan kontainer ekspor dari Gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan ekspor Indonesia tumbuh sebesar 6,15 persen sepanjang 2025. Tak hanya itu, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus yang meningkat 31 persen dan telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut.
Pemerintah menyepakati rencana ekspor Beras Haji ke Arab Saudi pada tahun 2026 ini. Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas.
Kehadiran investasi diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8?lam beberapa tahun ke depan
(BPS) melaporkan total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 mencapai USD256,56 miliar.