Kumpulan Berita
Erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau dinyatakan berakhir setelah berlangsung 25 jam.
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan penutupan sejumlah bandara di Indonesia.
Operasional MBG di wilayah terdampak akan disesuaikan mengikuti kebijakan pembelajaran dan perkembangan siituasi.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi menerus pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
KAI Commuter memastikan seluruh layanan perjalanan Commuter Line di seluruh area pada Minggu (6/9/2026) tetap berjalan normal di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berstatus Level III (Siaga).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan pembelajaran secara daring maupun hybrid. Imbauan disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas di luar kampus sekaligus menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika di tengah paparan abu vulkanik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah Banten. Pemerintah daerah di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai Senin 7 September 2026.