Kumpulan Berita
Anak yang sering mengigau, terbangun di malam hari, hingga mengalami gangguan tidur ternyata bisa jadi mengalami penggunaan gadget yang berlebihan.
Meningkatnya penggunaan gadget dan aktivitas belajar digital membuat kesehatan mata anak menjadi perhatian yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak, peran mainan fisik dinilai tetap penting dalam mendukung tumbuh kembang, terutama dalam aspek sosial, motorik, dan kognitif.
Berhenti menggunakan media sosial secara kolektif bersama keluarga membuat mental lebih sehat.
Secara mengejutkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa 10 persen anak di Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Penyebabnya adalah penggunaan media sosial berlebihan.
Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K) menilai banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga kerap baru disadari ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Orangtua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan gadget pada anak selama libur sekolah.
Indonesia berencana membatasi penggunaan media sosial untuk anak mulai Maret 2026. Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menyebutkan bahwa aturan tersebut merupakan bagian dari implementasi PP Tunas (PP No. 17 Tahun 2025) yang saat ini memasuki masa transisi bersama platform digital besar.