Kumpulan Berita
Berhenti menggunakan media sosial secara kolektif bersama keluarga membuat mental lebih sehat.
Secara mengejutkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa 10 persen anak di Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Penyebabnya adalah penggunaan media sosial berlebihan.
Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K) menilai banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga kerap baru disadari ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Orangtua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan gadget pada anak selama libur sekolah.
Indonesia berencana membatasi penggunaan media sosial untuk anak mulai Maret 2026. Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menyebutkan bahwa aturan tersebut merupakan bagian dari implementasi PP Tunas (PP No. 17 Tahun 2025) yang saat ini memasuki masa transisi bersama platform digital besar.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid siap menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak berusia 13??"16 tahun. Aturan ini rencananya mulai diberlakukan pada Maret 2026.
Di era serba digital, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer, ponsel, maupun televisi. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan kini hampir semuanya dilakukan melalui layar.
Kemendikdasmen menekankan pentingnya 7 Kebiasaan Hebat (bangun pagi, olahraga, ibadah, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, tidur cepat) untuk membentuk karakter mulia anak. Penggunaan gadget yang bijak juga ditekankan. Program Kreasi Anak Untuk Negeri digelar untuk mendukung tujuan ini.