Kumpulan Berita
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 93 kali gempa susulan (aftershocks) telah mengguncang Kolaka, Sulawesi Tenggara periode 24 hingga 28 Januari 2025
Daryono pun menjelaskan bahwa rentetan gempa yang mengguncang dipicu oleh aktivitas kerak dangkal atau shallow crustal earthquake di wilayah setempat.
Selang enam menit, gempa kedua terjadi.
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,3 mengguncang Timur Laur Keerom, Papua. Gempa tersebut berada di kedalaman 10 Km.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
BMKG menegaskan, informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak gempa.
Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan bahwa hasil monitoring terdapat tiga aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara pada Jumat (24/1/2025) waktu setempat.