Kumpulan Berita
BMKG menyebut, guncangan gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 Kilometer. BMKG mengimbau kepada warga untuk terus berhati-hati terhadap kemungkinan adanya gempa susulan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina.
Sementara, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7.
BMKG menyebut, dari 22 wilayah pesisir Indonesia itu, sebanyak 12 wilayah dalam status siaga dan 10 lainnya waspada tsunami.
BMKG mengatakan, informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak akibat gempa tersebut.
Wijayanto juga memastikan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini belum diketahui dampak apa yang disebabkan oleh gempa bumi dangkal di Banyuwangi tersebut.
Hingga berita ini tayang, belum diketahui apakah ada atau tidak korban jiwa dan kerusakan akibat gempa tersebut.