Kumpulan Berita
Gempa bumi susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga Senin (21/9/2026) pagi, BMKG mencatat sebanyak 17.073 aktivitas gempa bumi susulan.
Analisis BMKG menyebut bahwa peluruhan tidak akan menghasilkan aktivitas gempa susulan di atas magnitudo 5.
Gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo 6,2.
Hampir sebulan setelah gempa utama magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 15.156 aktivitas gempa susulan hingga Minggu (13/9/2026) pukul 05.00 WIB.
- Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan sebanyak 135 orang meninggal dunia imbas gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di NTT. Selain itu, ada sebanyak 98 ribu lebih rumah mengalami kerusakan.
TNI AL dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengirimkan bantuan kapal ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tindak lanjut permintaan Gubernur NTT yang membutuhkan kapal untuk membantu proses penanganan gempa di wilayah tersebut.
BMKG juga mencatat, sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5 dan 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.
Kunjungan ini kata dia juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah.