Kumpulan Berita
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 kembali menegaskan tingginya kerentanan geologis di wilayah tersebut. Gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif itu menunjukkan bahwa ancaman seismik di Sulawesi tidak hanya berasal dari Sesar Palu-Koro, tetapi juga dari percabangan sesar kompleks di sekitarnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Diketahui, bencana tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sebanyak 35 orang warga mengalami luka-luka imbas dari gempa.
Belum ada laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak gempa.
BMKG masih terus memonitor perkembangan situasi gempa di Palu.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tektonik tersebut.
Guncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan.
BMKG mengatakan informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak gempa di Palu.