Kumpulan Berita
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 15.51 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo terkini M4,9 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan instansi terkait untuk segera turun ke lokasi terdampak gempa bermagnitudo 7,6 yang berpotensi tsunami di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo buka suara terkait dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Pemerintah memastikan kondisi infrastruktur strategis masih relatif terkendali, meski terdapat sejumlah titik yang terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 93 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan terkait gempa berkekuatan M7,6 yang disusul kejadian tsunami di wilayah Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG mengeluarkan total empat kali peringatan dini dengan klasifikasi status yang berbeda di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar berkekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung.