Kumpulan Berita
Tsunami yang menerjang Pangandaran pada Senin 17 Juli 2006, menjadi pengingat bahwa ancaman megathrust adalah nyata. Tsunami Pangandaran 20 tahun lalu ini dipicu gempa megathrust bertipe tsunami earthquake di zona subduksi selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menandai peringatan 20 tahun peristiwa tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, sebagai refleksi untuk terus membangun ketangguhan masyarakat di wilayah pesisir. Jika tragedi Tsunami Aceh 2004 menjadi titik awal inisiasi pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) dari hulu hingga hilir, maka tsunami Pangandaran yang terjadi 2 tahun pasca-tsunami Aceh menjadi tonggak penting percepatan pembangunan InaTEWS hingga akhirnya dapat diresmikan pada 2008.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi dua kali gempa bumi di Jembrana, Bali, pada Senin (13/7/2026) malam.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (12/7/2026) pukul 20.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hasil pemantauan sejauh ini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 Barat Laut Pulau DOI, Maluku Utara.
Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara 16.740 orang mengalami luka-luka dan 17.854 warga kehilangan tempat tinggal.