Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan instansi terkait untuk segera turun ke lokasi terdampak gempa bermagnitudo 7,6 yang berpotensi tsunami di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.
Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons kejadian yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung, Kota Ternate, serta Pulau Batang Dua. Sejak pagi hari, Kepala Negara telah menerima laporan awal dan langsung menginstruksikan langkah tanggap darurat untuk melindungi masyarakat terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 93 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan terkait gempa berkekuatan M7,6 yang disusul kejadian tsunami di wilayah Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (2/4/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada satu korban jiwa dari bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut), dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi.
BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar berkekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung.
Dari jumlah tersebut, 2 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.