Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada satu korban jiwa dari bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut), dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG mengeluarkan total empat kali peringatan dini dengan klasifikasi status yang berbeda di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar berkekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung.
BMKG mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.
Dijelaskannya, gempa terjadi sekira pukul 06.48 WITA. Getaran hebat akibat gempa membuat sejumlah warga panik. Salah satunya perempuan yang nekat loncat dari lantai dua.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Rahmat menambahkan, mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault), yang dikenal memiliki potensi lebih besar dalam memicu tsunami dibandingkan dengan sesar mendatar.
Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan penyisiran untuk memastikan kondisi korban serta dampak kerusakan lainnya.