Kumpulan Berita
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, fenomena dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat (5/9/2026) hingga Sabtu dini hari, tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut disampaikan menyusul aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut 0??"III. PVMBG melaporkan adanya hembusan asap dari kawah aktif.
Sementara, aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 55,2 milimeter dan durasi sekitar 33 detik.
PVMBG mencatat microtremor dari Anak Krakatau dan memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekat.
Badan Geologi resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan status tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai lonjakan kegempaan hingga erupsi.
Gunung ini terlarang didaki karena merupakan Gunung Api yang masih aktif.