Kumpulan Berita
Erupsi Anak Krakatau yang terjadi beberapa hari terakhir turut memberi dampak terhadap penerbangan di Indonesia.
Gunung Anak Krakatau tidak dapat dipisahkan dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883.
Meningkatnya aktivitas Anak Krakatau membuat masyarakat waspada karena letusan Gunung Krakatau paling dahsyat dalam sejarah pada 1883.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung dinilai berpotensi membahayakan sistem aviasi dan keselamatan operasional pesawat
Tips bagi masyarakat yang belum mendapatkan masker N95 atau KN95.
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum menimbulkan kendala terhadap operasional Whoosh di koridor Jakarta-Bandung.
Kondisi tersebut membuat AirNav Indonesia memprioritaskan pengelolaan ruang udara yang terdampak, terutama di wilayah penerbangan Jakarta.
Indonesia National Air Carrier Association (INACA) memperkirakan potensi kerugian ekonomi dapat mencapai Rp19 miliar per hari