Kumpulan Berita
Imbauan tersebut disampaikan seiring sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih meluas di sejumlah wilayah.
AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait status operasional sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi menerus pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Lampung. Prabowo mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan aktivitas dan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, beserta dampaknya terhadap ruang udara dan operasional bandar udara.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan pembelajaran secara daring maupun hybrid. Imbauan disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas di luar kampus sekaligus menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika di tengah paparan abu vulkanik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu (6/9/2026). Salah satu penumpang yang terdampak yakni Riyan Rizki Roshali, pegawai iNews Media Group yang batal terbang ke Pekanbaru.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menelepon Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (6/9/2026) pagi. Dalam percakapan tersebut, Anwar menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menemui Jokowi yang sedang berada di Penang.