Kumpulan Berita
Meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi
Kebijakan tersebut menyusul kenaikan harga energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah
Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional mencapai 20 hari, lalu setelah lewat 20 hari apakah habis? Cadangan BBM nasional dibahas di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Bahlil memproyeksikan dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran akan membuat harga BBM non subsidi di dalam negeri berfluktuasi. Sementara, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap.
Harga bensin rata-rata menembus USD3 per galon, tercatat untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menyoroti potensi lonjakan harga BBM akibat eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Menurutnya, dampak terhadap sektor energi akan sangat bergantung pada durasi konflik tersebut.
Perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran berpotensi mengerek harga minyak dunia dan berdampak luas terhadap perekonomian.
Harga minyak dunia bisa meroket tembus USD100 per barel imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.