Kumpulan Berita
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level USD100 per barel masih berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun memastikan tetap mampu mengelola dampaknya, termasuk menjaga stabilitas subsidi energi.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia, yang dapat memicu kelangkaan hingga lonjakan harga bahan bakar minyak
Pemerintah kerja keras dan putar otak agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak melebar melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sensitivitas fiskal Indonesia terhadap harga minyak cukup tinggi karena saat ini Indonesia berstatus sebagai negara net importir minyak.
Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global
Kondisi tersebut memicu persaingan antarnegara untuk memperoleh pasokan minyak.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menilai percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi strategi krusial untuk meredam risiko lonjakan harga minyak mentah dunia terhadap ekonomi domestik.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, konflik Timur Tengah yang melibatkan Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran, berdampak pada melonjaknya harga minyak dunia. Ia pun mewanti-wanti seluruh sektor usaha untuk waspada.