Kumpulan Berita
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia, yang dapat memicu kelangkaan hingga lonjakan harga bahan bakar minyak
Pemerintah kerja keras dan putar otak agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak melebar melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi dunia.
Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global
Kondisi tersebut memicu persaingan antarnegara untuk memperoleh pasokan minyak.
Iran memperingatkan harga minyak dunia bisa menembus USD200 per barel jika Amerika Serikat (AS) dan Israel terus menyerang infrastruktur energi negaranya. Saat ini, harga minyak telah mencapai USD100 per barel, level tertinggi sejak 2022.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, konflik Timur Tengah yang melibatkan Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran, berdampak pada melonjaknya harga minyak dunia. Ia pun mewanti-wanti seluruh sektor usaha untuk waspada.
Kenaikan ini dipicu meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah