Kumpulan Berita
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pasar keuangan domestik pada pekan 10 hingga 14 Agustus 2026 diproyeksikan bakal berada dalam fase wait and see. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS).
Gerak IHSG sejatinya masih berada dalam tren turun (downtrend) yang tercermin dari pembentukan struktur lower low (LL)
Pasar saham domestik diproyeksikan masih menghadapi jalan terjal pada pekan perdagangan 8-12 Juni 2026. Setelah turun dan mencatatkan koreksi tajam sebesar -8,69 persen pada pekan sebelumnya (2-5 Juni), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih minim sentimen pendorong dan dibayangi oleh tren penurunan (bearish) yang cukup kuat.
Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah, melanjutkan tren koreksi tajam sebesar 6,61 persen yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.480??"7.680 pada pekan depan. Analis menilai kenaikan lebih lanjut membutuhkan konfirmasi breakout di atas level resistance 7.680 disertai peningkatan volume transaksi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan pekan depan 14 Juli 2025. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 7.047 pada Jumat (11/7/2025).