Kumpulan Berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal bergerak cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih mendominasi pada perdagangan pekan ini. Koreksi pasar dipicu oleh kombinasi pengetatan moneter global, meningkatnya risiko carry trade unwind, hingga sentimen rebalancing indeks FTSE Russell.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pasar keuangan domestik pada pekan 10 hingga 14 Agustus 2026 diproyeksikan bakal berada dalam fase wait and see. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS).
Gerak IHSG sejatinya masih berada dalam tren turun (downtrend) yang tercermin dari pembentukan struktur lower low (LL)
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis pada akhir perdagangan, Jumat (29/5/2026). IHSG melemah 0,05 persen ke level 6.127 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah, melanjutkan tren koreksi tajam sebesar 6,61 persen yang terjadi pada pekan sebelumnya.