Kumpulan Berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14 persen ke 8.040,04 pada sesi hari ini Senin (22/9/2025).
IHSG berbalik arah dan melemah pada sesi I ke 8.022,40 setelah sempat mencetak rekor baru. Profit taking investor menjadi penyebab koreksi ini. Sektor keuangan dan kesehatan menjadi pemberat indeks.
IHSG dibuka menguat di awal perdagangan pekan ini, naik 0,39% ke level 8.082,26. Sektor energi dan konsumer non-siklikal memimpin penguatan, sementara beberapa saham seperti XILV, LPLI, dan FISH menjadi top gainers.
IHSG diproyeksikan bergerak sideways pada awal pekan dengan rentang 7.970-8.070. Investor menantikan kebijakan moneter China dan data ekonomi AS. Cermati saham SRTG, RATU, BKSL, ADRO, dan TOWR.
BEI mencatat 10 saham dengan penurunan terbesar pada 15-19 September 2025, dipimpin oleh MSIG Life yang anjlok 21,11%. Meskipun IHSG mencetak rekor, saham-saham ini justru mengalami tekanan jual signifikan.
BEI mencatat 10 saham top gainers periode 15-19 September 2025, dipimpin INDX, DWGL, dan GPSO. IHSG mencetak rekor baru dengan kenaikan 2,51%, ditutup pada level 8.051,118.
IHSG diprediksi menguat pada hari Jumat, 19 September 2025. Analis MNC Sekuritas memberikan rekomendasi empat saham pilihan: BBCA, CUAN, MTEL, dan RATU dengan strategi Buy on Weakness.
IHSG ditutup melemah ke level 8.008 dengan nilai transaksi mencapai Rp21,7 triliun. Beberapa sektor menguat, namun sektor keuangan dan properti mengalami penurunan. Saham GTRA, BUVA, dan FISH menjadi top gainers, sementara OKAS, AKPI, dan ITMA menjadi top losers.