Kumpulan Berita
Di tengah anjloknya IHSG, Menko Airlangga Hartarto meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025, PMI manufaktur, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan surplus menjadi indikatornya.
IHSG mengalami penurunan signifikan di awal September 2025, anjlok 2,69% ke level 7.620. Pelemahan ini dipicu oleh koreksi di hampir semua sektor. Simak analisis mendalam dan dampaknya bagi investor.
Pemerintah mengusulkan kenaikan HET beras medium karena perubahan biaya produksi dan distribusi. Usulan HET baru berkisar Rp13.500 - Rp15.500 per kg, tergantung zonasi wilayah. Masih dalam tahap pembahasan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, memproyeksikan inflasi 2025 di 2,5%. Inflasi inti terkendali, volatile food ditekan, dan rupiah diperkirakan stabil didukung neraca pembayaran sehat, inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan komitmen BI.
Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 5,00% usai RDG BI Agustus 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan inflasi rendah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, meski di luar ekspektasi pasar.
Menko Airlangga Hartarto memaparkan capaian ekonomi Indonesia dalam 10 bulan pertama era Presiden Prabowo, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, penurunan pengangguran dan kemiskinan, serta surplus neraca perdagangan.
Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid, penurunan kemiskinan & pengangguran, serta kinerja pasar saham yang menggembirakan di tengah ketidakpastian global. Target investasi paruh pertama APBN tercapai. Inflasi terkendali.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi pada Juli 2025 secara bulanan sebesar 0,30 persen terhadap Juni 2025.