Kumpulan Berita
Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah mengerahkan 52 pesawat untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul prediksi peningkatan risiko yang mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
Dalam penanganan Karhutla ini, pemerintah disebut Djamari telah mengerahkan sejumlah kekuatan yang dimiliki. Salah satunya melalui operasi udara maupun darat.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu 5 Agustus 2026 pukul 16.45 WIB, luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 60 hektare yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Sejumlah kejadian karhutla terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur seiring berlangsungnya musim kemarau.
Sejumlah provinsi mencatat karhutla menghanguskan ribuan hektare lahan.