Kumpulan Berita
Sopir Bus PO Cahaya Trans, Gilang (22), warga Bukittinggi, Sumatera Barat, yang mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hingga menyebabkan 16 penumpang tewas di Simpang Susun Tol Krapyak, Semarang, ditetapkan sebagai tersangka.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meminta Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan bus yang terjadi di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengimbau seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta disiplin berlalu lintas, khususnya selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), guna mencegah terulangnya kecelakaan lalu lintas fatal seperti yang terjadi di ruas Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, yang menewaskan 16 orang.
Polda Jawa Tengah menyatakan insiden kecelakaan lalu lintas Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV di Simpang Susun Tol Krapyak, Kota Semarang, mengakibatkan 16 penumpang tewas.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, bahwa sopir Bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan lalu lintas di simpang susun Tol Krapyak, Kota Semarang, merupakan sopir cadangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan bus Cahaya Trans tidak laik jalan.
Penampakan proses evakuasi kecelakaan bus penumpang di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, menyisakan pemandangan pilu. Badan bus ringsek parah, sementara petugas berjibaku mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kabin usai kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (22/12/2025) dini hari.
Kecelakaan maut melibatkan bus penumpang PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan 15 penumpang tewas dan 19 lainnya mengalami luka-luka.