Kumpulan Berita
Kamus tersebut merupakan buatan Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Saya mengapresiasi Pak Nadiem memberi respons cepat menyikapi masalah ini dan memberikan klarifikasi.
Polemik tidak dicantumkannya KH Hasyim Ashari dalam kamus sejarah bergulir cepat disemua kalangan.
"Kemendikbud harus usut tuntas siapa yang membocorkan draft tersebut. Itu kesalahan mereka berikutnya," kata Hasanuddin.
Naskah tersebut sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia.
Ini kenapa pada diam? Ada apa dg bangsa ini?
Tim pengoreksi akan dibentuk untuk membetulkan isi kamus tersebut.
Dia menjelaskan bahwa di dalam buku yang sama juga terdapat peran dari Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari yang ada dalam bagian pendiri NU.