Kumpulan Berita
Sejak masa Raja Tribhuwana Tunggadewi, Majapahit telah menggaungkan cita-cita penyatuan nusantara melalui politik yang digagas Mahapatih Gajah Mada, termasuk melalui Sumpah Palapa.
Beberapa bangunan di antara Candi Kagenengan dan Asrama Sagara menjadi perhatian Prapanca. Candi Kagenengan bahkan dibahas khusus dalam Nagarakretagama, mengenai keindahan candi makam yang berada di selatan candi Buddha.
Saat itu, Kerajaan Mataram sedang mesra-mesranya dengan VOC Belanda, namun di sisi lain Untung Surapati merupakan bagian dari Mataram yang berkuasa di wilayah Pasuruan. Hal inilah yang memunculkan sandiwara perang.
Kakawin Nagarakretagama tak bisa dilepaskan dalam penggambaran sejarah tiga kerajaan besar di Jawa bagian timur. Namun menariknya naskah yang dibuat oleh Mpu Prapanca
Konon serangan itu bahkan pernah dilancarkan secara besar-besaran sehingga membuat pasukan Portugis kewalahan.
Banten harus menyerang dalam tiga kali guna menguasai istana Pajajaran, warisan dari Prabu Siliwangi.
Dia memiliki gelar sebagai Pangeran Mangkubumi Hamengkubuwono V adalah putra dari Sultan Hamengkubuwono IV dari permaisuri
Ternyata inilah alasan kenapa kerajaan Majapahit tak bisa kalahkan Pajajaran dikarenakan keteguhan rakyat Kerajaan Pajajaran