Kumpulan Berita
Terobosan ini ditempuh untuk mendongkrak laju realisasi pembiayaan hunian yang saat ini dinilai masih tertinggal jauh dari target tahunan.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, BTN telah merealisasikan puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sekaligus memperkuat perannya dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.
Skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga maksimal 40 tahun telah disepakati dan siap dijalankan. Bunga pun tetap flat sebesar 5%.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat program pembayaran angsuran KPR menggunakan sampah telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah dari 21 klaster perumahan hingga Maret 2026. Untuk menekan emisi rumah tangga, perseroan akan memperluas program tersebut ke delapan provinsi dan 15 kota di Indonesia.
Developer atau pengembang perumahan yang nakal dinilai telah banyak merugikan konsumen dan perbankan. Manipulasi data KPR.
Pemerintah tengah mengkaji skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun guna memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kelompok desil 1 dan 2, agar lebih mudah mendapatkan pembiayaan rumah.
Pemerintah mempermudah masyarakat memiliki rumah meski masih mempunyai utang di bawah Rp1 juta. Cek aturan terbaru SLIK OJK.
OJK mengklaim sudah hitung-hitungan terkait risiko bisnis perbankan saat berlakunya penyesuaian Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk KPR subsidi.