Kumpulan Berita
Ancaman terbesar industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia saat ini bukan lagi sekadar tantangan teknis di lapangan.
Potensi ladang migas dengan total nilai ekonomi sebesar Rp2,5 triliun ditemukan di kawasan transmigrasi yang terletak di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mengejar target lifting minyak yang dicanangkan Kementerian ESDM mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026. Sejumlah sumur potensial pun yang tersebar di Indonesia dimaksimalkan sumber dayanya.
Bahlil menyatakan, insiden kebocoran pipa minyak di Sumatera pada awal tahun ini sempat mengganggu kinerja lifting minyak nasional.
Sebagian besar, yakni 65% atau sekitar 514 juta ton, digunakan untuk pasar ekspor.
SKK Migas beserta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) memulai program pengeboran 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung.
Proyek ini menelan biaya USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun.
Lifting tersebut dapat dicapai berkat sejumlah terobosan, seperti aktivasi sumur idle, pengoptimalan sumur tua dengan teknologi, percepatan tender lapangan baru