Kumpulan Berita
Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan ditunjuk oleh Badan Investasi Mineral untuk mengelola logam tanah jarang di Indonesia.
Bahlil Lahadalia mengatakan, pengelolaan logam tanah jarang tidak lagi dibuka untuk umum, melainkan dikelola langsung oleh negara.
Presiden Prabowo Subianto menyinggung penguasaan sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk mineral tanah jarang (rare earth)
Forbes memperkirakan sumber daya itu bernilai hingga USD14,8 triliun.