Kumpulan Berita
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya dibangun dari kecerdasan, tetapi juga keluhuran akhlak dan kerendahan hati.
Menurutnya, santri tak cukup hanya cerdas secara intelektual, tapi harus mampu mengolah emosinya dengan baik dan memiliki kedalaman spiritual yang kuat.
Oleh karena itu, kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren akan memperkuat pendidikan Islam yang moderat dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengenang sosok ayahnya yang merupakan seorang guru di sekolah rakyat.
Menag menegaskan tidak menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan terkait kasus viral Gus Elham.
Nasaruddin menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi ini agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak.
Menag mengatakan, banyak orang lupa bersyukur, padahal syukur adalah ajaran utama dalam agama Islam.
Fokus utama rakernas kali ini adalah untuk memperkuat kapasitas kader, memperluas program ekonomi kerakyatan.