Kumpulan Berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara untuk melaporkan rencana stimulus ekonomi. Beberapa menteri ekonomi lain juga hadir. Paket stimulus ini difokuskan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.
Menteri Keuangan melarang 5 bank Himbara menggunakan dana Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). Dana tersebut wajib disalurkan dalam bentuk kredit untuk mendorong pertumbuhan sektor riil sesuai KMK 276/2025.
Purbaya Yudhi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Simak fakta-fakta menarik, profil, hingga respon awal Purbaya terkait kebijakan ekonomi dan tuntutan masyarakat. (177 karakter)
Menkeu Purbaya memastikan penyaluran dana Rp200 triliun ke Bank Mandiri, BRI, BTN, BNI, dan BSI. Dana ini diharapkan mengalir ke sektor riil dan menggerakkan perekonomian Indonesia. Penempatan dana bersifat likuid dan tanpa tenor.
Menteri Keuangan Purbaya optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh 8% jika negara dan swasta bersinergi. Ia menyoroti pentingnya likuiditas dan peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi agar terhindar dari middle income trap.
Komisi XI DPR RI meminta Menkeu meninjau ulang kebijakan cukai rokok 2026 terkait kesulitan industri rokok. Kenaikan cukai agresif berpotensi membebani produsen SKM. Pengawasan rokok ilegal diusulkan sebagai solusi alternatif.
Celios menilai tidak ada lagi alasan bagi Sri Mulyani untuk bertahan sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan Presiden Prabowo
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengalirkan Rp200 triliun ke perbankan dari SAL dan SiLPA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Langkah ini diharapkan memicu kredit dan investasi, khususnya di sektor konstruksi dan UMKM.