Kumpulan Berita
Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan berbagai upaya untuk memperluas akses pasar internasional sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional dan mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Belarusia berencana meningkatkan impor berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari biji kakao, minyak sawit (CPO), karet, produk farmasi, makanan laut, hingga kopi Jawa. Hal ini seperti diungkap Wakil Perdana Menteri Republik Belarusia, Viktor Karankevich.
Badan Anggaran (Banggar) DPR resmi menyetujui pagu anggaran beserta usulan tambahan untuk tujuh Kementerian Koordinator untuk Tahun Anggaran 2027. Dari keputusan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengamankan total alokasi anggaran sebesar Rp664 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peran aktif perekonomian daerah memegang kunci krusial dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah menilai capaian makro tersebut mustahil terwujud jika hanya mengandalkan stimulus kebijakan dari pusat tanpa adanya lompatan performa dari pemerintah daerah.
Pemerintah telah mengendus adanya selisih (gap) pencatatan data perdagangan yang cukup fantastis antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang utama dunia. Nilai perbedaan komparasi data ekspor-impor tersebut ditaksir menembus angka puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.
Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak gangguan rantai pasok global akibat ketegangan di Selat Hormuz. Dalam rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, diputuskan pemberian insentif fiskal berupa pembebasan biaya masuk untuk komoditas LPG dan bahan baku plastik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa 60 persen investasi menghasilkan laba. Kondisi ini dinilai menjadi daya tarik bagi investor yang mau menanamkan modalnya ke Indonesia.