Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Dugaan praktik tersebut ditaksir menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun.
Pemerintah segera menarik dari peredaran 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berdasarkan hasil pemeriksaan mutu
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus menjaga produksi padi di tengah musim kering.
Pemerintah juga menyiapkan benih gratis serta alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk membantu petani terdampak kembali berproduksi.
Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung penanganan masyarakat terdampak bencana di NTT.
Produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diperkirakan 31,10 juta ton.
Langkah tersebut menjadi salah satu opsi di tengah temuan dugaan praktik curang dalam tata niaga beras fortifikasi.