Kumpulan Berita
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun 4 persen menjadi USD83,81 per barel.
Prospek harga minyak dunia kembali menjadi sorotan dalam Panel Energi yang berlangsung pada ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026. Sejumlah tokoh energi global memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak tinggi dalam setahun ke depan, terutama akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan global.
Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026.
Daftar negara ASEAN yang alami kenaikan harga BBM imbas konflik Timur Tengah. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara Asia Tenggara (ASEAN) imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, kebijakan buka-tutup di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu kini mulai memberi ruang bagi kapal-kapal dari negara non-konflik untuk tetap melintas.
Kondisi tersebut memicu persaingan antarnegara untuk memperoleh pasokan minyak.
Pada saat yang sama, tekanan global juga tercermin dari penguatan dolar AS, yang membuat nilai tukar rupiah menembus level Rp17.000 per dolar AS
Kenaikan tersebut dipicu oleh pemangkasan pasokan minyak oleh Arab Saudi dan anggota OPEC di tengah konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.