Kumpulan Berita
Prospek harga minyak dunia kembali menjadi sorotan dalam Panel Energi yang berlangsung pada ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026. Sejumlah tokoh energi global memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak tinggi dalam setahun ke depan, terutama akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan global.
Iran memperingatkan harga minyak dunia bisa menembus USD200 per barel jika Amerika Serikat (AS) dan Israel terus menyerang infrastruktur energi negaranya. Saat ini, harga minyak telah mencapai USD100 per barel, level tertinggi sejak 2022.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menilai percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi strategi krusial untuk meredam risiko lonjakan harga minyak mentah dunia terhadap ekonomi domestik.