Kumpulan Berita
Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sejak semalam. Cuaca mendung dan minimnya sinar matahari ini membuat banyak orang melewatkan pemakaian tabir surya pada kulit mereka.
Banyak orang mudah merasa lapar saat cuaca dingin. Ternyata, ini bukan perasaan biasa atau sekadar sugesti.
Banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta menerjang beberapa hari terakhir imbas curah hujan tinggi. Masalah kesehatan pun bisa terjadi dan menjadi perhatian. Kondisi banjir sendiri bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan hingga infeksi.
Pernahkah merasa tiba-tiba tidak bersemangat, malas beraktivitas, atau bahkan merasa sedih saat hujan lebat mulai mengguyur? Jika iya, kamu tidak sendirian.
Musim hujan kerap menjadi tantangan bagi pemilik rumah, terutama terkait masalah kebocoran atap. Curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam durasi lama dapat memicu rembesan air, kerusakan plafon, hingga gangguan kenyamanan di dalam rumah jika tidak diantisipasi dengan baik.
Musim hujan sering dianggap menyegarkan, tetapi bagi kesehatan kulit, cuaca lembap dan dingin justru bisa menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari kulit kusam, jerawat, infeksi jamur, hingga kulit kering dan iritasi.
Memasuki musim hujan, masyarakat Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya terhadap potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, tetapi juga terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul pada periode ini.
Musim hujan sering kali membawa masalah baru bagi pemilik rumah, salah satunya adalah munculnya jamur. Kelembapan udara yang tinggi membuat jamur mudah tumbuh di dinding, langit-langit, perabotan, hingga pakaian.