Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026
Kondisi ini sekaligus menjadi defisit perdana setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026. Indonesia mengalami surplus neraca dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor mencapai USD25,21 miliar pada April 2026 atau naik 22,49 persen dibandingkan April tahun lalu.
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Ekspor migas tercatat sebesar USD1,28 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,84 persen.