Kumpulan Berita
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimistis tren positif neraca perdagangan nasional tersebut bakal terus berlanjut
Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan data ekspor dan impor Indonesia pada Juli 2026. Nilai ekspor pada bulan Juli tercatat mencapai USD26,22 miliar,
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD120 juta pada Juli 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit sebesar USD450 juta pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia di Juni 2026 mencapai USD25,46 miliar.
Penyebab utama defisit ini ditengarai berasal dari laju pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor nasional.
Meski demikian, secara kumulatif Januari??"Mei 2026, neraca perdagangan masih berada di zona positif berkat kuatnya sektor nonmigas.
Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.