Kumpulan Berita
Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani tetap terjaga, seiring penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian
Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,17%, masih lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Desember 2025 tercatat sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan November 2025.
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 naik 0,76% menjadi 123,57. Kenaikan ini didorong oleh harga gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah. Subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan NTP tertinggi.
Menteri Pertanian optimis Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025 jika perubahan iklim terkendali. Strategi pemerintah dan proyeksi lembaga pangan dunia mendukung target ini, meski tantangan impor dan kritik tetap ada.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Mei 2025 sebesar 121,15, atau naik 0,07%