Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) membantah isu penjualan 11 ton emas. BI menghimbau publik untuk merujuk data resmi cadangan devisa yang dipublikasikan melalui situs resminya, bukan berdasarkan klaim dari sumber yang tidak jelas.
Pengamat menduga BI menjual 11 ton emas batangan hingga September 2025 untuk intervensi pasar internasional dan menjaga stabilitas Rupiah. Informasi ini mencuat berdasarkan data yang diklaim dari IMF, namun belum ada konfirmasi resmi dari BI.
Rupiah menunjukkan penguatan signifikan sepanjang pekan, kembali bertengger di bawah Rp16.600 per dolar AS. Inflasi terjaga dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sentimen positif.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan pada perdagangan hari ini, dibuka di level Rp16.726 per USD atau melemah 0,25 persen.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah sebesar 185 poin atau 1,13 persen menjadi Rp16.495 per USD pada perdagangan hari ini, Selasa (9/9/2025).
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah dalam sepekan terakhir.
Rupiah melemah tajam hingga Rp16.433 per dolar AS akibat sentimen negatif politik domestik. Ketegangan akibat insiden demonstrasi, isu DPR, dan kasus korupsi memperparah kondisi pasar. Gelombang demonstrasi lanjutan diwaspadai.
Pemerintah dan DPR menyepakati asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, dan nilai tukar Rp16.500 per dolar AS. Target pembangunan juga ditetapkan, seperti penurunan pengangguran dan kemiskinan.