Kumpulan Berita
Rupiah menunjukkan penguatan signifikan sepanjang pekan, kembali bertengger di bawah Rp16.600 per dolar AS. Inflasi terjaga dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sentimen positif.
Bank Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan pada perdagangan hari ini, dibuka di level Rp16.726 per USD atau melemah 0,25 persen.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah dalam sepekan terakhir.
Gubernur BI mengklaim berhasil menstabilkan rupiah di Rp16.400 setelah sempat menyentuh Rp16.560. BI menargetkan rupiah terus menguat dan telah menambah likuiditas. Koordinasi dengan Kemenkeu, OJK, dan LPS terus dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Rupiah melemah tajam hingga Rp16.433 per dolar AS akibat sentimen negatif politik domestik. Ketegangan akibat insiden demonstrasi, isu DPR, dan kasus korupsi memperparah kondisi pasar. Gelombang demonstrasi lanjutan diwaspadai.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, memproyeksikan inflasi 2025 di 2,5%. Inflasi inti terkendali, volatile food ditekan, dan rupiah diperkirakan stabil didukung neraca pembayaran sehat, inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan komitmen BI.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus di atas 5% pada akhir tahun 2025. Didukung oleh neraca pembayaran sehat, inflasi rendah, dan komitmen BI menjaga stabilitas rupiah.