Kumpulan Berita
Update terkait penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (9/4/2021).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam berupa banjir.
Kemarahan Risma dipicu sikap pemerintah daerah dan petugas terkait yang dinilai lambat dalam menangani korban bencana.
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang.
Pengungsi terdampak banjir bandang di NTT, akan diberikan dana tunggu hunian Rp500 ribu per KK setiap bulan.
Kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki geografis yang terletak di wilayah pesisir.
pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang, dan longsor di NTT dan NTB.
Kepala Negara juga meminta jajarannya mempercepat proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang belum ditemukan. Caranya ialah dengan menambah personel pencarian dan pertolongan (SAR).